JAKARTA BARAT, jakartabersahabat.com :
Kegelisahan warga kembali muncul di kawasan Jalan Utama Sakti Raya, diwilayah RW 010, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kamis, 11 Juni 2026.
Sebuah toko obat yang sebelumnya diketahui beroperasi dengan modus operandi menjual obat keras terlarang jenis Tramadol dengan kedok penjualan tisu dan handbody, kini diduga kembali beraksi dengan mengubah strategi penjualannya.
Berdasarkan penuturan seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, toko tersebut kini berganti produk kamuflase menjadi parfum dan layanan transaksi keuangan digital (BRI Link). Namun, di balik tampilan usaha yang tampak normal tersebut, warga menduga aktivitas jual-beli Tramadol masih terus berlangsung.
“Sekarang kedoknya jual parfum dan BRI Link. Tapi kita curiga itu hanya topeng,” ujar warga tersebut kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Warga tersebut mengungkapkan kekhawatirannya karena pola pembeli yang datang ke toko tersebut didominasi oleh kalangan anak muda. Hal ini dinilai sangat meresahkan lingkungan sekitar karena berpotensi merusak masa depan generasi muda akibat penyalahgunaan narkoba.
“Ini sungguh merusak generasi muda. Yang beli rata-rata anak-anak muda. Kami sebagai warga merasa sangat prihatin melihat kondisi ini,” tambahnya.
Modus operasi toko obat nakal dengan menggunakan produk sehari-hari sebagai kedok memang sering menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum. Sebelumnya, toko ini dikenal menjual Tramadol dengan dalih transaksi tisu dan handbody. Perubahan menjadi parfum dan layanan perbankan digital diduga merupakan upaya pelaku untuk mengelabui pengawasan warga maupun petugas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat terkait dugaan terbaru tersebut. Namun, warga berharap adanya tindakan tegas dari aparat terkait untuk menertibkan lokasi tersebut demi menyelamatkan generasi muda dari jeratan narkoba.
Reporter : Redaksi Pusat



