jakartabersahabat.com | Jakarta : Sabtu, 29 Agustus 2026 — Di tengah situasi nasional yang terus berkembang dan memunculkan beragam respons di tengah masyarakat, kelompok aktivis sosialis LSS menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, kritis, dan mengedepankan sikap damai.
Seruan tersebut disampaikan oleh Ketua LSS, sebuah organisasi sosialis yang aktif menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat melakukan tindakan kekerasan, perusakan, maupun konflik horizontal.
“Kami memahami adanya keresahan dan kekecewaan masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik. Aspirasi tersebut memiliki hak untuk disampaikan secara terbuka dan konstitusional. Namun, perjuangan untuk perubahan harus tetap menempatkan keselamatan rakyat dan kepentingan publik sebagai prioritas,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi di ruang publik, LSS mendorong agar setiap aksi dilakukan secara tertib dan damai serta tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya.
Di sisi lain, aparat negara juga diharapkan mengedepankan pendekatan yang proporsional, menghormati kebebasan menyampaikan pendapat, serta memastikan keselamatan warga dalam setiap penanganan aksi di ruang publik.
“Sebagai aktivis sosialis, kami percaya perubahan sosial tidak lahir dari amarah yang tidak terarah, melainkan dari kesadaran rakyat, solidaritas, organisasi yang kuat, dan perjuangan demokratis yang konsisten. Kritik terhadap pemerintah maupun lembaga negara tetap penting, tetapi kritik harus diarahkan pada kebijakan dan persoalan yang hendak diperbaiki, bukan pada kebencian antarkelompok,” tutupnya.
LSS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, menolak provokasi, mencegah kekerasan, serta memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan secara damai dan bertanggung jawab.
Rakyat berhak bersuara, dan rakyat juga berhak hidup aman.
Reporter : Edo Lembang















